Uncategorized

Warga di Probolinggo Mengadu ke BPBD Atas Kurangnya Respon Bencana


Warga di Probolinggo, sebuah kota di Jawa Timur, baru-baru ini mengajukan pengaduan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat atas apa yang mereka anggap sebagai respon bencana yang tidak memadai setelah serangkaian bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Keluhan tersebut muncul menyusul serangkaian bencana yang melanda Probolinggo dalam beberapa bulan terakhir, antara lain banjir, tanah longsor, dan letusan gunung berapi. Banyak warga yang merasa respons BPBD lambat dan kurang efektif sehingga membuat mereka merasa rentan dan tidak terlindungi.

Salah satu warga, Siti Nurhayati, angkat bicara soal minimnya dukungan BPBD setelah rumahnya rusak akibat banjir baru-baru ini. “Kami dibiarkan berjuang sendiri,” katanya. “Tidak ada bantuan dari pihak berwenang, dan kami harus bergantung pada bantuan tetangga kami.”

Warga lain juga melaporkan pengalaman serupa, dan banyak yang mengungkapkan rasa frustrasinya atas kurangnya komunikasi dari BPBD pada saat krisis. Mereka merasa bahwa lembaga tersebut belum berbuat cukup untuk memberikan informasi yang tepat waktu dan akurat mengenai prosedur evakuasi dan layanan darurat.

Menanggapi pengaduan tersebut, BPBD mengakui adanya kekurangan dalam upaya tanggap bencana. Mereka berjanji untuk meningkatkan komunikasi dengan warga dan bekerja lebih erat dengan masyarakat lokal untuk memastikan respons yang lebih efektif di masa depan.

Meskipun terdapat janji-janji tersebut, banyak warga yang masih ragu terhadap kemampuan BPBD untuk memberikan respons yang memadai terhadap bencana-bencana di masa depan. Mereka menyerukan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dari badan tersebut, serta investasi yang lebih besar dalam kesiapsiagaan bencana dan langkah-langkah respons.

Karena dampak perubahan iklim terus berdampak pada masyarakat di seluruh dunia, kini semakin penting bagi pemerintah daerah untuk memprioritaskan tanggap bencana dan memastikan keselamatan dan kesejahteraan penduduknya. Keluhan warga di Probolinggo menjadi pengingat akan pentingnya perbaikan praktik manajemen bencana dan tindakan proaktif untuk melindungi masyarakat rentan dari meningkatnya ancaman bencana alam.